Senin, 02 Februari 2015

Senyum Dibalik Senja

Senyum Dibalik Senja

Matahari mulai tenggelam
Sinar terang pun perlahan menghilang
Kawanan burung pun pergi pulang ke sarang
Bergantilah siang menjadi malam

Tetapi sebelum malam menyelimuti
Senja pun datang menghiasi
Menghiasi langit dengan senang hati
Memberi kesan cinta dihati

Seseorang pun melihat senja
Dia berkata, betapa indah nya engkau
Merah merona bercampur jingga terang
Membuat mulut, mata, bahkan hati tersenyum tenang

Perlahan senja mulai kusam
Karena langit mulai menghitam
Dan dia pun berkata kembali
Wahai senja, akan ku tunggu engkau esok hari

Wahai seseorang yang suka melihat senja
Senja akan datang setiap hari
Tak perlu khawatir akan hilang indah senjamu
Senja tak akan menghitam
Senja pun tak akan menyuram
Dan semoga senyum mu tak akan terhapus oleh sang malam



R.02022015





Sabtu, 31 Januari 2015

Kertas

Kertas
Semua harapan telah kusalin dalam sebuah kertas
Kertas putih, polos tanpa noda
Makin hari, kertas yang dulu nya polos sekarang sudah terisi banyak coretan
Entah coretan cerita sandiwara atau hanya sekedar kumpulan sajak jenaka

Lambat laun, kertas yang dulunya polos tak ternoda
Menjadi kertas kusam penuh coretan tinta
Coretan tinta bertuliskan kisah cinta
Entah itu sandiwara atau sekedar sajak jenaka

Coretan pertama dibuat sedemikian rupa
Enak dilihat dan gampang dicerna mata
Coretan kedua lebih kreatif
Banyak warna dan lebih berarti
Sama hal nya dengan coretan ketiga dan keempat
Dan pada coretan kelima berisi paragraf
Entah sebuah cerita pendek
Atau hanya kumpulan kalimat acak

Pada akhirnya semua coretan pun hilang
Ada yang hilang karena tetesan air mata
Ada juga yang hilang karena termakan usia
Dan makin lama habis dimakan waktu menjadi semu

Tak seharusnya aku menyalin semua harapan dalam kertas
Tetapi, setidaknya aku bisa belajar sesuatu
Belajar memahami dan selalu menghadap ke atas


R. 31012015